Happy Mothers Day

I was raised being told I was not pretty enough like her, was not skinny enough like her, was not likeable by man enough like her

When I had bad days I spend time alone, watching the windows, sometimes wanting to talk atleast

Then she told me her day and I waited my turn to told me my day

But my story was just a washed away

I was telling her about this lady who is kind to me, how I like her smell and food she offers me

She said it just a fake show up and no one really care about me

I told her I wanted to reach for the star would you let me

She said that my brother would have much better chance

I try and thought everyday just to impress her and make connection for years

And for years I have hurt myself over and over again

Advertisements
Posted in Uncategorized | Leave a comment

We were just babies

So yesterday I was crying because my mom said really hurtfull words to me

I went to my room in my own house and cried in my bed

From outside my house I heard my 2 years old baby crying too

He didn’t want to stop watching movie in my father car

After maybe 5-7minutes I went outside my room into the livingroom

I sat beside my baby who watched cartoon with watery eyes

Oh dear we were just babies with full of emotion

Posted in Uncategorized | Leave a comment

How About My Happiness

Kenapa perdebatan dalam diri tentang keinginan dipahami itu sangat rumit dan nggak berujung. Sekarang, tahun ini, 2018, aku 34th. Dewasa, bukan anak-anak atau remaja yang minta diperhatikan lagi. Kadang aku berpikir baiklah aku ingin berdamai dengan keinginan dipahami. Biarlah diriku cukup dengan diriku, tak akan ada yang mengerti diriku sepaham diriku. Sedekat-dekatnya orang lain, suami, orang tua, teman, mereka pasti akan memiliki persepsi yang berbeda. Tapi ide tentang keinginan dipahami selalu datang, menyeruak dari balik kemandirian dan senyuman. Aku ingin dipahami, dengan dipahami aku akan diperlakukan lebih baik? Lalu aku akan bahagia (?)

Minggu ini keinginan dipahami ku tentu saja dipersembahkan oleh Mama ku. #MOM

Jadi hampir dua minggu ini adik laki-lakiku pergi ke Sampit, mengikuti tes CPNS. Fakta ttg adikku:

– dia 31th

– laki-laki

– dokter gigi dengan lisensi praktik aktif dan sudah bekerja sesuai bidangnya di kota yang sama dengan orang tua ku selama 3th

– tinggal bersama orang tua ku

– termasuk anak penurut dan agak manja

Awalnya aku sudah memberi pengertian kepada adikku. Aku sendiri sudah menjadi PNS 15th. Merantau kurang lebih 12th sampai dengan sekarang. Memang pandangan orang ttg PNS baik, setelah kujalani aku rasa secara finansial mendapatkan uang pensiun memang hal yang cukup reliable, tapi kalau mau hidup fancy tentu tidak, jauh malah. Kita harus mengerti tentang pengabdian, jangan komersil lah.

Apalagi tempat tes adikku di Sampit. Kota di luar jawa. Adikku sendiri walau sempat kuliah di kota kecil tapi tetap saja kota tersebut di Jawa. Kemarin tiga hari dia tidak bisa dihubungi karena mati lampu. Tentu dia sangat shock dan kecewa.

Kalau dari versi adikku, dia tidak pernah atau belum memiliki cita-cita menjadi PNS apalagi di luar jawa seperti yang dia usahakan sekarang. Bekerja di klinik swasta saat ini menurut dia masih cukup untuk dirinya. Hanya saja orang tua ku selalu mengungkapkan keinginan mereka supaya adikku menjadi PNS. Dan akan lebih mudah menjadi PNS di luar jawa menurut mereka. Entahlah, kenapa tidak sedikit percaya diri dan tes di Jawa?

Dari versi orang tua ku ini adalah keinginan adikku. Sebuah inception??

Semakin hari adikku semakin tidak betah. Orang tua ku semakin denial ini keinginan mereka. Aku jadi tahu adikku mengalami tekanan untuk menyenangkan orang tua ku.

Aku tentu pernah mengalami posisi adikku. Itulah mengapa aku memutuskan merantau di usia 23th. Aku pergi dan ternyata arus kehidupan membawa tidak kembali ke kampung halamanku sampai saat ini.

Cerita tentang adikku tadi mengingatkanku pada diriku. Setelah sekian tahun pun mereka tidak pernah berubah. Mungking memang orang tua menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Tapi pernahkah mereka bertanya apakah aku bahagia?

Apakah kebahagiaanku material bagi mereka??

Suatu pertanyaan yang sering ak rasa sudah aku ketahui jawabannya ketika mereka sama sekali tidak pernah bertanya tentang bagaimana aku hamil 8bulan naik bus/kopaja. Atau ketika mama ku bercerita aku melakukan perbuatan yang memalukan ketika tidak berkebaya ketika dia memutuskan (sendiri) akan mengadakan acara (seperti resepsi) dengan mengundang teman kerjanya di siang hari sebelum resepsi pernikahanku (yang juga dia putuskan sendiri).

Its all about her. Bagaimana denganku? Ini semua hanya akan menjadi cerita hidupnya, versinya, dengan peran kecilku. Peran kecilku sebagai anak yang susah diatur.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

My Unstereotiped Likes

Suka :

– kurma, walau ga apal jenisnya. Tp suka kurma yg kering. Apalagi kl udah dsimpan di kulkas… crunch-crunch enakk

– susu kurma juga suka dan pernah bikin

– sari kurma juga suka minum. Bagus buat daya tahan tubuh dan mengatasi hipotensi

– suka oath yg plain… pakai susu plain kasih gula dikit… yummm

– suka madu. Kalau ada tanda-tanda mau sakit flu, radang tenggorokan langsung minum madu sesendok, dua sendok.. Harusnya tiap hari sih. Tp sekarang budget madu diminum anak balita hehehe

Posted in Uncategorized | Leave a comment

It Was 11th Grade, I had a Bagpack and Dream of Living Alone

Posted in Uncategorized | Leave a comment

You Took Us to Places

You took us to places

That was so beautiful, but you made it like it was nothing special

You took us to places

But never held our hands, you told us we were unmatched for the scene

You took us to places

But were busy screaming and confrotating, that everything was just wrong

I still remember those places

It got beautiful color, warm breeze, like a dream

I remember the beuty within the sad

Posted in Uncategorized | Leave a comment

You Were Pretty

You were pretty but you were bad

What makes you decide to go bad

The circumtances were hard but you could take the chance of just being sad

Maybe it’s not enough for your hurt

Maybe you choose to taste the wild

You were pretty but you were bad

You could have it all

Posted in Uncategorized | Leave a comment